Skip to main content

Posts

Featured

Dedi untuk Arya

Mereka belum datang juga. Sementara es kopi susu yang aku pesan tadi sudah mulai berubah bentuk, mereka belum datang juga. Bukan salah mereka sebenarnya, aku saja yang datang terlalu cepat ke kafe ini. Meeting di kantor siang tadi rupanya selesai lebih cepat dari dugaanku, bagian sales dan marketing sama sekali tidak berani membantah tiap argumen yang aku lontarkan dan mereka berjanji untuk secepatnya merevisi target penjualan tahun depan. Terus terang aku ragu, apakah mereka menerima koreksi dan masukan dariku karena memang masih banyak cacat di rencana penjualan yang telah mereka buat, atau hanya sungkan kepadaku, sang direktur utama sekaligus pendiri PT. Arya Megah Abadi?
Sempat aku emosi tadi. Aku gebrak meja ketika menemukan posting biaya marketing dengan nominal angka yang fantastis. Edan. Buat apa saja itu? apalagi seharusnya mereka tahu, kalau aku sangat benci dengan hal-hal semacam itu. Padahal aku sudah ingatkan berulang kali kepada semua staf, bahwa perusahaan ini aku bang…

Latest Posts

Menafsirkan Hakikat Musik dengan Teknologi Tabung (Part 1)

Menjadi Detektif

Belajar dari Dongeng Negeri Bola

KAMU : Cerita yang Perlu Diwariskan

Posesif : Sebenarnya Film Sedih

Senin, Roti, Robot